Ao chegar à Terra, Rei, Gaia, Cassius e Blake conheceram um humano chamado Bai Sui. A breve tranquilidade não era suficiente para provar a paz do mundo. Conspirações estavam escondidas em tudo ao redo
Hari yang cerah.
"Hm... sudah waktunya sekolah lagi." Bai Sui mengucek matanya, baru saja hendak bangkit, ia kembali rebah ke tempat tidur.
"Aku ingin tidur sebentar lagi..."
Baru saja matanya terpejam, terdengar suara gonggongan anjing yang bersahut-sahutan.
"Guk guk guk!..."
Bai Sui melompat turun dari tempat tidur, menatap tajam ketiga ekor anjing yang duduk berderet di depannya. Ketiganya adalah jam weker alaminya.
Anjing pertama yang berwarna putih adalah seekor pudel bernama Marie. Anjing kedua yang berwarna kuning juga seekor pudel, Si Kuning Bodoh. Anjing ketiga adalah anjing kampung kecil yang hitam legam bernama Heixiu. Nama-nama konyol itu dibuat sendiri oleh Bai Sui.
Orang tua Bai Sui bekerja di luar kota sepanjang tahun dan hampir hanya pulang saat perayaan tahun baru. Setiap bulan, mereka mengirimkan uang saku sekitar seribu yuan. Awalnya, ia dirawat oleh bibinya, tetapi karena ia diterima di sekolah menengah yang bagus dan lokasinya kebetulan dekat dengan rumah yang dibeli orang tuanya dulu, ia pun tinggal di sana sendirian.
Dua dari ketiga anjing itu—Marie dan Si Kuning Bodoh—adalah pemberian tetangga dan kini berusia tiga tahun. Sementara Heixiu adalah anjing liar kecil yang ditemukan Bai Sui di pinggir jalan.
"Tapi kalau aku kesepian, memangnya kenapa? Toh tidak sampai membuatku tidak bisa hidup," pikir Bai Sui. Dulu ia memelihara banyak anjing karena takut kesepian, namun sekarang ia justru merasa pusing. Menjadi tukang bersih-bersih kotoran anjing sepanjang h