Ye Fan, seorang pemuda sederhana dengan penghasilan pas-pasan, pekerjaan rendah, dan kegemaran berkhayal tentang wanita-wanita jelita; tiba-tiba terlempar ke benua asing, menjadi seorang tuan tanah kecil yang telah jatuh miskin. Menghadapi hukum dunia lain yang dingin dan kejam, dirinya yang penakut namun berhati baik, terpaksa memulai perjalanan kebangkitan seorang insan rendahan menuju kejayaan yang luar biasa... Tahapan kultivasi: Tian Tu, Tian Shi, Tian Shī, Tian Wang, Tian Huang, Tian Di, Tian Zun, Tian Sheng, Tian Shen.
Malam itu, sunyi tiada tara.
Cahaya rembulan menembus bayang-bayang pepohonan, memercikkan kilauan seperti serpihan batu permata di tanah.
Dengan penuh kewaspadaan, Ye Fan mengintip dan menyusup keluar dari belantara pohon yang rimbun, matanya meneliti sekeliling dengan sangat hati-hati. Setelah benar-benar memastikan tiada kejanggalan di sekitar, ia pun perlahan-lahan meluncur turun mengikuti batang pohon.
Namun, ketika ia baru sampai di pertengahan, tiba-tiba terdengar suara aneh "kak... kak..." yang menusuk telinga, membuat hatinya seketika menciut. Ia kehilangan kendali dan terjatuh dari batang pohon, hingga terasa seolah tulang ekornya retak.
Dengan bersusah payah, ia bertumpu pada batang pohon, bangkit dan mengusap bagian pantat yang nyeri, lalu menengadah ke langit. Di bawah sinar rembulan, seekor elang malam raksasa melintas di atas kepalanya, mengeluarkan seruan tajam yang memekakkan telinga.
"Sialan, rupanya hanya burung besar, nyaris saja aku mati ketakutan," gerutu Ye Fan dalam hati, mengutuk leluhur burung itu satu persatu, sebelum menatap ke arah lain dan berbisik, "Tuan tanah malang ini, biarlah siapa pun yang suka, silakan ambil alih, aku tidak akan kembali lagi."
Selesai berbicara, Ye Fan tak berani berlama-lama, ia pun berlari sekuat tenaga menuju ke kedalaman hutan.
Anak durhaka keparat itu, benar-benar merugikan orang lain dan diri sendiri!
Ye Fan tak pernah menyangka, ketika ia terbangun, ia telah merasuki tubuh si anak durhaka ini.
Anak durhaka itu adalah seorang tua