Bab Tiga Belas: Melawan Takdir
"Waktunya sudah lewat, ke mana si buruk rupa itu?"
"Mungkin dia lagi kena sial lagi, ya? Kita tunggu saja, malam ini si buruk rupa pasti akan mengeluh lagi."
"Hei buruk rupa, keluar kau! Aku sudah kerja seharian, cuma mau kau menghiburku!"
"Mana moderator? Kalau si buruk rupa nggak keluar juga, kami pergi nih!"
"Buruk rupa, cepat keluar!"
Pukul delapan tiga puluh malam, suasana di ruang siaran pribadi Yang Sisi sudah mulai ramai dan berisik. Bagi seorang streamer wanita seperti dirinya, yang mencari perhatian dengan merendahkan diri sendiri, dicaci maki adalah hal biasa. Faktanya, di ruangan siaran ini, hampir tak ada yang memanggil namanya. Sembilan puluh lima persen penonton memanggilnya si buruk rupa.
Beberapa penonton kaya bahkan rela membayar agar Yang Sisi merendahkan dirinya lebih jauh, misalnya seribu untuk menceburkan diri ke sungai, atau lima ratus untuk minum air cabai secara live—semua itu pernah ia lakukan. Meski kini Yang Sisi sudah cukup terkenal sebagai seorang streamer wanita, citranya sudah terlanjur terbentuk. Tak peduli berapa besar penghasilannya, di mata penonton, ia tetap wanita rendahan yang tak berharga.
...
"Aduh! Astaga! Sudah lewat waktunya!"
Yang Sisi melihat jam elektronik di samping ranjang dan langsung meloncat panik, berlari ke kamar mandi, lalu mengambil deretan kosmetik di meja rias dan mengoleskannya ke wajah dengan tergesa-gesa.
Tiba-tiba, Yang Sisi terdiam.
Wanita dalam cermin itu memang dirinya, tapi Yang Sisi merasa seperti orang asing. Ia meraba wajahnya, dan semua jerawat yang menemaninya sejak remaja telah lenyap. Noda gelap yang membuat kulitnya kusam juga hilang tanpa bekas berkat kekuatan luar biasa dari obat genetik itu.
Yang Sisi mundur selangkah, membuka piyamanya, dan menatap tubuhnya. Pinggang yang dulu sebesar tong kini ramping, payudara yang mengendur jadi kencang dan terangkat, paha gajah berubah jadi kaki indah dan berotot...
Astaga!
Yang Sisi langsung menangis, menutup mulut dengan kedua tangan, air mata mengalir deras. Sejak kecil, ia tak terhitung berapa kali diejek dan dihina karena penampilannya. Ia ingin menjadi cantik, rela berkorban apa saja. Ia ingin punya pacar yang mencintainya, ingin seperti wanita lain, bisa jalan-jalan di mal bersama, makan malam diterangi lilin.
Sampai di usia ini, Yang Sisi sudah menerima nasibnya—jelek, lalu mencari uang dari kejelekan itu. Meski akhirnya ia menjadi kaya, di dalam hatinya ia tetap merasa rendah diri.
Tapi obat genetik itu telah mengubahnya, benar-benar mengubahnya.
Kini, meski Yang Sisi belum bisa disebut cantik, setidaknya ia sudah seperti wanita normal, bahkan sedikit menarik.
Ini bukan sekadar impiannya; keajaiban obat genetik itu telah melampaui semua harapannya!
...
"Bosan, nih. Sepertinya si buruk rupa tidak akan online malam ini."
"Jangan-jangan dia sakit? Sudah jam sepuluh, lho."
"Mati pun tak ada yang peduli! Memang pantas!"
"Lihat! Buruk rupa datang!"
"Tunggu, siapa perempuan ini?"
"Cantik juga, jangan-jangan ini adiknya si buruk rupa?"
"Ah, jangan ngaco, gen buruk rupa mana mungkin punya adik seperti ini?"
Melihat Yang Sisi yang keluar setelah berdandan rapi, tak seorang pun di ruang siaran itu percaya pada mata mereka sendiri. Perubahannya terlalu drastis. Bahkan operasi plastik terbaik di dunia pun tak mungkin mengubah Yang Sisi seperti ini.
Dengan penuh semangat, ia menggenggam mikrofon dan berkata, "Maaf sudah membuat kalian menunggu. Aku Yang Sisi, yang biasa kalian panggil buruk rupa."
Hening~
Ruang siaran seolah-olah terputus sambungan, sunyi luar biasa. Lama sekali tak ada satu pun komentar yang muncul.
Tapi segera setelahnya, para penonton pun meledak, menjadi gila!
"Apa?! Kau benar-benar Yang Sisi?!"
"Buruan panggil semua orang, si buruk rupa berubah jadi bidadari!"
"Tidak mungkin, pasti palsu, ini pasti trik pemasaran! Aku tidak percaya wanita ini si buruk rupa."
"Coba tunjukkan kamarmu, jangan-jangan si buruk rupa sedang ngumpet sambil dubbing!"
Yang Sisi menelan ludah, lalu dengan suara lembut yang tak pernah ia miliki sebelumnya, ia berkata, "Aku benar-benar Yang Sisi. Alasanku berubah drastis adalah karena aku minum sebotol ramuan yang disebut Air Dewi."
Untuk membuktikan dirinya, Yang Sisi memutar video rekaman sebelumnya. Gambar dan waktu menunjukkan bahwa pagi ini ia masih si buruk rupa. Sepuluh jam setelah ia meminum Air Dewi, anak itik buruk rupa pun menjadi angsa putih!
"Aku sudah cari! Toko yang jual Air Dewi itu songong banget, harganya satu botol sepuluh ribu dolar Bumi, masih harus lolos seleksi pula."
"Jadi ini kekuatan ramuan Energi Murni! Tapi kayaknya aku belum pernah dengar ada ramuan sehebat ini."
"Penonton live sudah lebih dari sepuluh ribu, terus naik!"
"Kepala moderator langsung naikin ruang siaran si buruk rupa ke peringkat satu! Eh, sekarang nggak pantas lagi manggil Sisi buruk rupa, soalnya dia sekarang cantik juga, ya."
"Dua puluh ribu orang!"
"Tiga puluh ribu!"
"Empat puluh ribu!"
"Sisi, kau bakal jadi terkenal! Begitu banyak orang nonton siaranmu!"
"Para sultan sudah mulai kirim roket!"
"Sujud pada sultan, sekalian minta dibayarin hidup!"
Setelah Yang Sisi tampil dengan penampilan barunya, hanya dalam lima belas menit, jumlah penonton online menembus lima ratus ribu orang. Dalam waktu yang sama, ia menerima hadiah senilai lebih dari seratus ribu dolar Bumi—benar-benar jadi pusat perhatian.
Tapi entah kenapa, malam itu Yang Sisi tidak lagi beraksi konyol seperti biasanya. Ia malah menangis, terus-menerus mengucapkan terima kasih.
"Mulai hari ini, mungkin kalian tak akan melihat si buruk rupa lagi," kata Yang Sisi tiba-tiba.
"Kau mau ke mana?"
"Siapa bilang kau buruk rupa, sekarang kau malah cantik, tahu!"
"Pensiun? Jangan bercanda!"
Dengan penuh perasaan Yang Sisi berkata, "Sebenarnya, sebelum tampil malam ini, aku sudah membuat keputusan."
"Dulu, karena penampilanku, aku menerima penghinaan dan cemoohan di dunia nyata. Aku terpaksa bersembunyi di dunia maya, mencari nafkah dengan menarik perhatian."
"Tapi terima kasih pada Cahaya Mentari dan Air Dewi, kini aku tak perlu lagi mendengar ejekan siapa pun! Tak perlu lagi bersembunyi di balik dunia maya, hidup dalam kepalsuan!"
"Aku ingin pergi berkelana! Ingin jatuh cinta! Ingin menyelam! Ingin bermain ski! Ingin melakukan semua yang dulu aku inginkan tapi tak pernah kesampaian!"
"Aku tahu ini terdengar egois, tapi aku juga seorang perempuan, aku ingin hidup seperti orang normal! Mohon pengertiannya!"
"Hari ini, akan menjadi siaranku yang terakhir. Mulai besok, aku akan menyongsong hidup dan diriku yang baru!"
"Sampai besok, waktuku sepenuhnya milik kalian. Lagu apa pun yang kalian inginkan, akan kunyanyikan untuk kalian. Sepanjang malam aku akan menemani, sebagai balasan untuk semua kalian!"
Hati manusia memang terbuat dari daging, selain segelintir penonton yang tetap memanggil Yang Sisi buruk rupa dan mengabaikan perubahan fisik maupun batinnya, mayoritas penonton menunjukkan dukungan untuknya.
"Sayang, malam-malam tak bisa lagi menjadikanmu hiburan."
"Kalau punya mimpi, kejar saja! Kami mendukungmu!"
"Sejujurnya, dulu aku cuma menganggapmu lucu-lucuan, tapi sekarang setelah dengar ceritamu, aku mulai benar-benar menyukaimu."
"Sisi, semangat! Tak usah cari sensasi lagi, jadi streamer perjalanan juga oke, jangan tinggalkan kami, ya!"
Penonton pun saling berkomentar riuh...
Semalam suntuk tanpa tidur.
Perempuan buruk rupa Yang Sisi, sejak itu menghilang dari dunia hiburan.
Kekuatan ajaib obat rekayasa genetika itu tak hanya mengubah penampilan Yang Sisi, tapi juga mengubah jalan hidupnya.