Bab 33: Jatuh cinta pada wanita bersuami?
"Omonganmu ada benarnya juga." Gan Tang menatap punggung Direktur Song dengan tatapan menerawang, lalu berkata dengan heran, "Maksudmu, Direktur Song itu ibunya Song Yu?!"
"..." Melihat Gan Tang salah menangkap maksudnya, Wen Yingxue terdiam sejenak sebelum menjelaskan, "Maksudku, Direktur Song mungkin saja diminta bantuannya oleh Song Yu."
"Oh!" Gan Tang tiba-tiba paham. Ia seolah mengerti sesuatu dan segera menatap Wen Yingxue dengan kedipan mata yang penuh arti, "Pantas saja Song Yu bersikap tidak biasa padamu, ternyata begitu!"
Wen Yingxue tahu Gan Tang kembali berpikiran melantur, ia segera meluruskan, "Bukan seperti yang kau bayangkan, jangan asal menebak."
Meskipun ia meminta Gan Tang untuk tidak asal menebak, di dalam hati, Wen Yingxue sendiri mulai menduga-duga. Jika Song Yu memang memiliki hubungan dengan Direktur Song, maka seharusnya ia juga memiliki hubungan dengan keluarga Song di Haicheng.
Namun, setahunya, saat kuliah dulu, kondisi ekonomi keluarga Song Yu tidaklah berkecukupan.
Saat pertama kali bertemu, pakaian yang dikenakan Song Yu selalu tampak usang karena sering dicuci, ia tidak pernah memakai barang mewah, dan tidak ada gaya hidup layaknya anak orang kaya.
Kemarin saat Gan Tang bertanya tentang pekerjaannya, ia menjawab bekerja di perusahaan keuangan. Jadi, pikir Wen Yingxue, ia mungkin hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sibuk dari pagi hingga sore.
Walaupun kondisi ekonomi Song Yu saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan masa kuliah, bahkan penampilan dan pembawaannya telah meningkat drastis, tetap saja terasa mustahil jika ia memiliki kaitan dengan keluarga besar Song di Haicheng.
Ketika Wen Yingxue menyampaikan pemikiran ini kepada Gan Tang, mata Gan Tang berbinar. Ia langsung menghubungkan berbagai petunjuk dan berseru penuh semangat, "Aku mengerti!"
Gan Tang menjelaskan prediksinya dengan antusias, "Bukankah dulu nama Song Yu adalah Chen Sirong? Itu artinya, dulu dia memakai marga ayahnya. Setelah orang tuanya bercerai, dia ikut ibunya, yaitu Song Yin! Jadi setelah itu dia mengganti namanya menjadi Song Yu!"
Sambil menatap punggung Direktur Song yang menghilang di sudut gedung, Wen Yingxue mendengarkan ocehan Gan Tang yang semakin tidak masuk akal itu dengan wajah pasrah, "Tang Tang, aku tidak mau ikut serta dalam permainan mengarang ceritamu ini."
Di sisi lain, setelah memastikan dirinya benar-benar tidak terlihat lagi oleh Wen Yingxue, Direktur Song menggelengkan kepala dengan rasa sayang dan berkata kepada asistennya, "Gadis itu sebenarnya gadis yang baik, sayang sekali dia sudah menikah."
Setelah bertemu dengan Wen Yingxue kemarin, ia sempat meminta asistennya untuk menyelidiki dan mendapati bahwa Wen Yingxue dan Gu Jincheng adalah pasangan suami istri.
Kini ia mengerti mengapa dua hari lalu Gu Jincheng terus menelepon memohon agar ia melakukan operasi; ternyata semua itu demi Wen Yingxue.
Meski keluarga Song, terutama keluarga Song di ibu kota, sudah tidak terlalu memedulikan status sosial dalam pernikahan, namun kenyataan bahwa Song Yu menyukai seorang wanita yang sudah bersuami... ini sungguh keterlaluan.
Belum lagi bagaimana orang lain akan memandang Song Yu, bahkan kakek dan nenek yang sangat memanjakan Song Yu pun pasti akan kehilangan nafsu makan selama berhari-hari jika mendengar kabar ini.
Ia harus mencari waktu untuk menasihati Song Yu dengan baik agar tidak sampai terjerumus ke jalan yang salah, apalagi sampai merusak kebahagiaan pasangan suami istri yang hubungannya tampak harmonis itu.
Memikirkan harus menasihati Song Yu, Song Yin merasa bimbang dan khawatir.
Pewaris keluarga ini sejak kecil terpisah dari keluarga, tumbuh besar seperti rumput liar, dan memiliki pendiriannya sendiri. Dulu, butuh usaha keras untuk membuatnya bisa berbaur dengan keluarga Song. Sekarang, saat ia akhirnya menemukan gadis yang ia sukai, namun dilarang untuk menyukainya, belum tentu ia akan mau mendengarkan nasihat orang lain.
Terlebih lagi, sejak Song Yu kembali ke keluarga Song, ia dianggap sebagai harta karun oleh kakek dan neneknya. Mereka sangat menyayanginya sampai-sampai takut ia akan hancur jika digenggam, dan takut ia akan meleleh jika diletakkan di dalam mulut. Apa pun yang diinginkan Song Yu, tidak ada yang tidak diberikan oleh keluarga Song.
Jika ia benar-benar bertekad memiliki wanita itu...
Memikirkan hal tersebut, Song Yin kembali menghela napas.
Di ruang rawat Gu Mingxuan.
Berkat bantuan Bibi Li yang menjaga sang anak, Gu Jincheng akhirnya bisa menyempatkan diri tidur selama dua jam.
Namun, Gu Mingxuan terus terjaga. Setelah dokter datang memeriksa di pagi hari, ia kembali dipasang infus karena kondisinya yang memburuk. Dokter mengatakan jika anak itu tidak mau makan dan beristirahat, tubuhnya tidak akan sanggup bertahan.
Gu Jincheng menatap tangan mungil Gu Mingxuan yang lebam membiru akibat bekas tusukan jarum. Hatinya terasa perih. Jika anaknya terus tidak bisa makan, ia harus terus diinfus. Melihat anak sekecil itu harus berulang kali ditusuk jarum sungguh memilukan.
Gu Jincheng tidak percaya bahwa bubur nasi yang disukai anaknya hanya bisa dibuat oleh Wen Yingxue. Maka, ia pun kembali ke kediaman keluarga Gu dengan tekad untuk membuatkan bubur yang bisa dimakan oleh anaknya.
Seumur hidupnya, Gu Jincheng tidak pernah menginjakkan kaki di dapur, bahkan kegunaan peralatan masak pun ia tidak tahu. Untungnya, masih ada video tutorial dari Wen Yingxue yang bisa dijadikan referensi.
Ia menonton video Wen Yingxue saat memasak bubur sambil berusaha menirunya.
Dalam video tersebut, Wen Yingxue tidak memperlihatkan wajahnya, hanya sepasang tangan yang ramping dan putih bersih yang sedang menyiapkan bahan-bahan.
Sambil memasak, ia memberikan penjelasan yang sangat detail dengan nada suara yang lembut dan tenang, membuat siapa pun yang belum pernah memasak sekalipun akan langsung paham.
Gu Jincheng tidak pernah tahu bahwa Wen Yingxue memiliki akun yang merekam setiap makanan yang ia buat untuk anaknya.
Di kolom komentar video tersebut, banyak sekali pujian yang tertuju padanya.
"Ibu Mingxuan sangat perhatian ya!"
"Mingxuan kecil pasti sangat bahagia!"
"Kalau aku punya ibu seperti ini, aku tidak akan pernah makan camilan lagi!"
"Aku pasti makan tiga kali sehari, sekali makan tiga mangkuk!"
...
Setelah membaca kolom komentar tersebut, Gu Jincheng teringat bahwa saat makan, anaknya selalu harus dibujuk oleh Wen Yingxue. Terkadang, jika anaknya diam-diam memakan camilan yang dibawa Wen Shirou, ia jadi tidak nafsu makan. Saat itu, jika Wen Yingxue mencoba membujuk, anaknya malah akan marah. Yang paling parah, anaknya pernah menepis makanan yang dibuat Wen Yingxue hingga tumpah ke lantai.
Mengingat hal itu, perasaan Gu Jincheng kini terasa campur aduk.
Namun, suara Wen Yingxue dalam video segera menariknya kembali dari lamunan.
Siapa pun pasti akan bosan jika terus-menerus memakan jenis makanan yang sama. Adalah hal yang wajar jika anaknya ingin mencicipi makanan luar. Mungkin Wen Yingxue yang terlalu kaku sehingga membuat anaknya tidak menyukainya.
Gu Jincheng tersadar dan kembali melanjutkan memasak bubur.
Memasak bubur tampak mudah, namun saat dipraktikkan ternyata tidak sesederhana itu. Gu Jincheng sudah menghabiskan waktu hampir seharian hanya untuk menyiapkan bahan. Kemudian, ia belajar merebus air dan memasak beras. Saat merebus, ia harus terus mengaduknya. Langkah-langkahnya begitu rumit dan membosankan, hingga kesabarannya hampir habis.
Setelah selesai, ia meniru gerakan di video untuk membumbui masakan. Ia bermaksud menambahkan setengah sendok kecil garam, tetapi tangannya gemetar dan justru memasukkan satu sendok besar. Ia terpaksa menambahkan air untuk mengencerkannya, lalu tangannya kembali gemetar dan menambahkan terlalu banyak air lagi.
Akhirnya, takaran satu mangkuk bubur yang ia buat malah menjadi sepanci besar, dan buburnya pun menjadi sangat encer...
Saat ia baru memasak sekitar sepuluh menit, seorang pelayan menginterupsinya.
"Tuan Muda, ini dokumen Anda." Pelayan itu mengantarkan dokumen ke dapur.
Gu Jincheng menyeka tangannya lalu mengambil dokumen itu. Begitu melihat tulisan di atasnya, pupil matanya menyusut tajam—dokumen itu ternyata adalah surat panggilan pengadilan atas gugatan cerai yang diajukan oleh Wen Yingxue.