Bab 106 Akankah Tuan Ke Merasa Berat Hati Melepas Kepergianku
Tangan Ke Yuan yang berada di pinggangnya mengencang seketika. "Aku jauh lebih tahu kapan masa haidmu datang dibandingkan dirimu sendiri. Sayang, menurutmu di mana tempat yang paling cocok? Hari ini aku turuti maumu."
Su Fu mengecup pipinya dengan bibir merahnya. "Tuan Ke, aku teringat sesuatu."
Tangan Ke Yuan mulai tidak tenang, meremas pinggang Su Fu dengan kasar hingga wajah wanita itu berubah menahan nyeri. Namun, ia tetap berusaha menahannya dan mencoba mengalihkan perhatian Ke Yuan. "Tuan Ke, sepertinya aku melihat Su Shen tempo hari."
Tangan Ke Yuan terhenti. "Saudaramu itu, Su Shen?"
"Ya. Dia tidak tahu aku masih hidup. Dia berteman akrab dengan Mo Yiheng. Jika Mo Yiheng tahu aku masih hidup, itu akan merugikan rencana kita."
"Apakah barang yang waktu itu sudah dikirim?" Ke Yuan melepaskan tangannya dan menyesap anggur merahnya.
Su Fu melihat gerak-geriknya dan diam-diam menghela napas lega.
"Sudah dikirim, pihak bea cukai tidak menemukannya."
"Baguslah. Lakukan selangkah demi selangkah. Beritahu anak buahmu agar lebih cerdik. Jika benar-benar ketahuan, tetaplah tenang dan berikan jawaban serta tanggapan sesuai dengan yang sudah kita ajarkan."
Su Fu mengangguk, lalu mengambil gelasnya dan mendentingkannya dengan gelas Ke Yuan.
Ponsel Ke Yuan yang tergeletak di atas meja bergetar. Ia mengambilnya dan menjawab panggilan tersebut. Su Fu bersikap bijak dengan tidak mencoba menguping. Namun, lima detik setelah menerima panggilan itu, wajah Ke Yuan berubah gelap.
Su Fu merasakan suasana yang tidak beres. Setelah Ke Yuan menutup telepon, Su Fu bertanya dengan lembut, "Ada apa, Tuan Ke?"
Ke Yuan mencengkeram wajah Su Fu, mendekat ke arahnya, dan berbisik, "Mereka berdua benar-benar sudah mendaftarkan pernikahan."
Su Fu tertegun, merasa tidak percaya. "Apa?"
Ke Yuan mengulanginya sekali lagi, "Gu Yihan dan Xia Liu sudah mendaftarkan pernikahan. Tebakanmu tepat."
Su Fu mematung, lalu tertawa kecil. "Memangnya apa yang Tuan Ke cemaskan? Bukankah itu hanya selembar kertas?"
Ke Yuan memejamkan mata sejenak. "Dia kini sudah memiliki stempel Gu Yihan pada dirinya. Kita harus mempercepat langkah. Aku harus mendapatkan Xia Liu."
Su Fu mengusap wajah Ke Yuan dengan tatapan datar. "Tuan Ke, bukankah dulu Anda berjanji akan membiarkan aku pergi setelah mendapatkan Xia Liu?"
Ke Yuan mengangguk. "Aku tahu. Tenang saja, aku tidak akan mengingkari janji."
"Tuan Ke, apakah Anda akan merasa berat hati jika aku pergi?" Su Fu dengan lembut menelusuri kontur wajah Ke Yuan dengan jari telunjuknya.
Selain sifatnya yang kejam dan licik, pria ini sebenarnya sangat tampan. Tidak kalah dari Su Shen maupun Mo Yiheng. Mungkin juga tidak kalah dari rivalnya, Gu Yihan.
Haha! Sayangnya, dia tidak akan pernah menjadi miliknya.
"Siapa yang tahu? Mungkin saja ada sedikit rasa berat hati. Aku bukannya pria yang tidak punya perasaan sama sekali, bukan begitu, Fu Fu?" jawab Ke Yuan dengan pikiran yang melayang.
Pikirannya kini penuh dengan fakta bahwa Gu Yihan dan Xia Liu telah menikah. Ia sedikit menyesal mengapa tidak terus mengerahkan orang untuk mengawasi mereka.
Seandainya ia terus mengawasi, mungkin ia bisa mencegah hal itu.
Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Hanya selembar kertas saja. Yang ia inginkan hanyalah sosok Xia Liu.
Su Fu menjulurkan lidah menjilat wajah Ke Yuan. Angin yang berhembus terasa dingin. "Tuan Ke tidak fokus lagi. Fu Fu begitu setia padamu, apakah Tuan Ke akan memperlakukanku dengan baik?"
Ke Yuan tidak menjawab. Ia hanya menggendong Su Fu dan membawanya kembali ke dalam rumah. "Agak dingin, ayo masuk."
Su Fu membiarkan dirinya terbaring di lengan Ke Yuan. Ada beberapa hal yang tidak perlu dicari tahu lebih dalam. Semakin banyak tahu, semakin cepat hati akan mati. Bagaimana mungkin ia bisa jatuh cinta pada pria yang tidak punya hati seperti ini?
Tidak, dia bukannya tidak punya hati, dia hanya memberikan hatinya pada wanita itu. Bagi Ke Yuan, Su Fu hanyalah alat untuk melampiaskan hasrat dan sebilah pisau paling tajam yang ia miliki.
Sesampainya di kediaman, kucing oranye yang dipelihara Su Fu menyeret tubuhnya yang gemuk dengan malas ke arah tuannya.
Ke Yuan menurunkan Su Fu, menendang kucing itu pelan, lalu mencengkeram lehernya dan mengangkatnya. "Kucing gemuk ini sudah dipelihara begitu lama. Kenapa anjing yang kuberi tempo hari tidak kau inginkan?"
Su Fu menggeleng. "Kucing ini sudah lama bersamaku, tentu saja ada ikatan emosional. Aku tidak bisa memelihara hewan lain, karena dia akan cemburu."
Ke Yuan merasa kata-kata Su Fu penuh makna. Bibir tipisnya terbuka, "Cemburu? Bagaimana jika aku membawa Xia Xia pulang untuk tinggal di sini?"