Bab 24: Gila! Menyuruh Yun Xiao Menjadi Kepala Keamanan Bandara?
Kapten Qin dan manajer bandara sama-sama tampak terkejut. Terutama sang manajer! Ia sendiri menyaksikan seluruh kejadian tadi, kini memandang Yun Xiao dengan sorot mata yang berbeda. Anak muda ini benar-benar sebuah permata tersembunyi!
"Anak muda, terima kasih banyak hari ini. Kalau bukan karena kau menghentikan mereka, begitu narkoba ini berhasil diselundupkan, akibatnya akan sangat fatal."
Semua orang sangat setuju dengan ucapan itu. Terutama para polisi yang hadir, mereka semua memandang Yun Xiao dengan penuh penghargaan.
Manajer bandara tersenyum tipis, lalu berkata, "Tapi aku masih punya satu pertanyaan. Padahal pemeriksaan keamanan saja tidak menemukan masalah, bagaimana kau tahu narkoba itu disembunyikan di perut bayi?"
Begitu pertanyaan itu dilontarkan, semua mata langsung tertuju pada Yun Xiao! Sebenarnya, mereka juga sangat penasaran. Penyamaran suami istri itu memang sangat rapi. Bahkan siapa pun yang ada di tempat ini pasti tidak akan mencurigai apa pun.
Yun Xiao tertegun saat ditanya! Pertanyaan ini... memang sulit dijawab. Masa iya harus bilang kalau hidungnya lebih tajam dari anjing? Bahwa ia menciumnya dari bau? Kalau sampai begitu, mungkin ia langsung dijadikan objek penelitian!
Yun Xiao terkekeh, lalu beralasan, "Sebenarnya aku pernah belajar forensik. Dari ciri-ciri fisik anak itu, aku sudah merasa ada yang aneh. Dulu aku pernah lihat berita kalau di Asia Tenggara ada modus 'keledai narkoba', narkoba dibuat jadi kapsul dan dipaksa ditelan bayi. Jadi aku menduga narkoba mungkin disembunyikan di tubuh bayi."
"Aku hanya tidak menyangka mereka lebih kejam lagi, sampai mengeluarkan seluruh organ dalamnya dan menggantinya dengan narkoba."
Penjelasan ini cukup masuk akal. Hanya saja, kebanyakan orang terlalu baik hati. Siapa sangka, ada manusia yang bisa begitu keji? Memanfaatkan tubuh bayi yang sudah dikosongkan demi menyelundupkan narkoba. Itu benar-benar melampaui batas moral manusia. Sungguh menjijikkan! Tak tahu malu!
Manajer bandara menghela napas kagum, "Terus terang, hari ini aku benar-benar terkejut. Aku jadi dapat pengalaman baru. Dengan kemampuan seperti ini, sayang sekali kalau kau tidak bekerja di bagian keamanan bandara."
"Walaupun kami sudah berusaha meningkatkan keandalan pemeriksaan, tetap saja masih ada yang lolos. Kejadian seperti hari ini, bukan tidak mungkin akan terulang lagi..."
Sampai di sini, ia menatap Yun Xiao dengan penuh semangat, "Anak muda, kau tertarik bekerja di bagian keamanan bandara? Asal kau mau, aku langsung pindahkan kau ke sini!"
"Gaji sepuluh juta per bulan, enam asuransi dan satu tabungan, setiap tahun dua kali berkesempatan ke luar negeri, dalam lima tahun bisa naik jadi supervisor!"
Mendengar itu, semua orang terperangah. Bekerja di bandara bukan sesuatu yang mudah didapat. Meski pekerjaannya berat, fasilitas dan tunjangannya sangat bagus! Gajinya tinggi, tiap tahun bisa liburan ke luar negeri dengan biaya kantor. Di mana lagi bisa dapat kerja sebagus ini? Banyak orang menatap Yun Xiao dengan iri.
Yun Xiao sendiri bingung dan canggung. Masa ada yang langsung merekrut orang di tempat seperti ini?
"Itu... maaf, aku cuma sopir pengganti, mana bisa kerja di keamanan bandara! Mending cari orang lain saja, ya?"
"Sopir pengganti?" Manajer bandara makin heran, "Bukannya kau bilang ahli forensik? Kok sekarang jadi sopir pengganti?!"
Sebenarnya anak muda ini pekerjaannya apa? Ia sendiri jadi ragu pada hidupnya setelah diputar-putar oleh Yun Xiao.
Ehem...
Yun Xiao makin canggung, tak tahu harus bagaimana. Semakin dijelaskan, makin ruwet. Melihat Yun Xiao memang tidak berniat ke sana, manajer hanya bisa menghela napas, lalu mengeluarkan sebuah kartu nama dan memberikannya pada Yun Xiao, "Anak muda, ini kartu namaku!"
"Jujur saja, kemampuanmu terlalu sia-sia kalau hanya jadi sopir pengganti!"
"Nanti kalau kau berubah pikiran, langsung saja hubungi aku. Tak perlu tes, langsung diterima. Bekerjalah di tempat yang bermanfaat bagi negara dan rakyat!"
"Eh... terima kasih, akan kupikirkan," jawab Yun Xiao sambil tersenyum, lalu menyelipkan kartu itu ke sakunya. Kerja di bagian keamanan memang berat dan melelahkan! Lebih nyaman jadi sopir pengganti. Lagi pula, mana mungkin ia rela melepas hadiah sepuluh miliar!
Tak lama kemudian, dua orang pengedar narkoba dibawa masuk ke mobil polisi. Yun Xiao juga ikut Kapten Qin ke kantor polisi untuk membuat laporan. Orang-orang yang tadi menonton mulai bubar, bandara pun kembali tertib seperti semula.
Namun, setelah kejadian tadi, pentingnya pemeriksaan keamanan bandara semakin tertanam dalam benak banyak orang!
[Popularitas +1+1+1]
[Popularitas +1+1+1]
[Dulu aku tidak mengerti, kenapa setiap naik pesawat harus diperiksa sangat ketat? Banyak barang yang tak boleh dibawa, bahkan harus diperiksa seluruh badan. Sekarang aku akhirnya paham!]
[Benar, dulu aku sering memaki petugas keamanan bandara karena terlalu ketat, tidak manusiawi. Tapi setelah nonton siaran langsung Yun Xiao, aku baru bisa memahami niat baik mereka! Mereka menjaga pintu gerbang negara kita, demi mencegah pengedar narkoba seperti hari ini merusak rakyat.]
[Aku sangat mendukung agar bandara makin memperketat pemeriksaan. Hanya dengan menyaring barang-barang berbahaya, kita sebagai penumpang bisa lebih tenang naik pesawat! Bayangkan saja, kalau bom tadi benar-benar asli, seberapa besar kepanikan yang akan terjadi?!]
[Sama seperti kejadian hari ini, pengedar narkoba memanfaatkan rasa iba orang, sampai-sampai menyembunyikan narkoba di perut bayi. Perbuatan tak berperikemanusiaan seperti ini, ke depannya setiap ibu hamil dan anak-anak tetap harus diperiksa, tanpa terkecuali!]
...
Setelah Yun Xiao sampai di kantor polisi dan selesai memberi keterangan, waktu makan siang sudah tiba!
"Eh, kenapa kamu belum pulang?" tanya Kapten Qin heran.
Yun Xiao tampak malu-malu, "Eh, aku kan mikir bentar lagi waktunya makan siang, kebetulan aku juga lapar!"
"Ini laporan juga sudah selesai, di kantor polisi kalian ada makan siang gratis nggak?"
Kapten Qin: ????
Dasar bocah! Dikira kantor polisi ini kantin? Mau numpang makan di sini?
Ia hanya tersenyum dan berkata, "Kamu ini benar-benar berani, masih bisa makan setelah kejadian tadi?"
Baru saja kembali dari kejadian tadi, beberapa polisi muda masih tampak pucat. Membayangkan bayi yang organ dalamnya dikeluarkan untuk menyembunyikan narkoba, sungguh kejam! Bahkan polisi senior seperti Kapten Qin pun merasa tidak nyaman, apalagi Yun Xiao yang masih muda. Tapi dia sama sekali tidak terpengaruh?
Benar saja! Beberapa polisi muda yang mendengar itu langsung terkejut.
Begitu saja? Masih bisa makan?!
Mengingat kejadian tadi, mereka benar-benar kehilangan selera makan. Wajah mereka masih tampak pucat.
Yun Xiao mencibir, "Ah, itu sih biasa saja. Orang yang mentalnya kuat tidak peduli soal beginian!"
"Ngomong-ngomong, kalian mau ikut nggak? Kan sudah muntah-muntah tadi?"
"Tidak, tidak, tidak..." Beberapa polisi langsung menggeleng keras. Dasar anak ini memang luar biasa!
Kapten Qin mengacungkan jempol, "Anak muda, kau memang lelaki sejati!"
"Aku akhirnya tahu kenapa manajer bandara ingin merekrutmu jadi petugas keamanan. Dengan mental sekuat ini, kau cocok jadi polisi. Bagaimana, mau pertimbangkan?"
Ehem...
Yun Xiao tersenyum canggung, "Terima kasih Kapten Qin, kalau makanannya di kepolisian enak, mungkin aku akan pertimbangkan."
Kapten Qin hanya bisa tersenyum pahit, "Sudahlah, anggap saja aku tidak pernah bilang begitu!"
...
Seperti yang diduga, aksi luar biasa Yun Xiao di bandara pagi tadi langsung diolah netizen menjadi video pendek dan diunggah ke internet.
Di dalam gedung kantor tim produksi acara, seorang staf berlari tergesa-gesa masuk ke ruang sutradara sambil membawa ponsel.
"Ada apa? Kenapa terburu-buru begitu?" Sutradara tetap asyik menonton video wanita cantik dan minum teh dengan tenang.
"Sutradara, coba lihat ini!" Staf itu menyerahkan ponselnya.
Sutradara menerimanya dengan heran. Sekilas ia lihat, semuanya trending topik di media sosial.
#BandaraLaporAdaBom? PesertaNomor37BikinHeboh!
#SalahLaporApakahMelanggarHukum?!
#PlotTwist! Bandara Temukan Pengedar Narkoba!
#Mengejutkan! Pengedar Narkoba Kosongkan Organ Dalam Bayi untuk Sembunyikan Narkoba!
Daftar trending topik penuh dengan judul-judul mencolok. Dua judul terakhir naik ke puncak dalam waktu satu jam. Isu bom di bandara saja belum reda, sudah muncul trending baru!
Kebetulan saat itu jam istirahat siang. Popularitas Yun Xiao langsung meroket. Kolom komentar pun penuh sesak.
"Ha?? Bukannya katanya cuma salah paham? Ternyata benar-benar ada kejadian?!"
"Serem banget! Sampai hati mengosongkan organ dalam bayi untuk sembunyiin narkoba? Siapa yang bisa kepikiran, dan malah Yun Xiao yang berhasil mengetahuinya."
"Astaga! Ini benar-benar di luar nalar! Ngebunuh bayi kayak motong ayam saja? Di film saja nggak berani segila ini, kasihan para penumpang yang menyaksikan langsung!"
"Katanya mayatnya sudah membusuk, sudah direndam formalin lama, para pengedar itu benar-benar pantas dihukum berat!"
"Ini beneran terjadi, aku nonton langsung di siaran live, ceritanya menegangkan banget, sekarang nonton film action pun rasanya hambar!"
Sutradara memutar video itu. Tepat saat Kapten Qin membuka baju bayi, kamera menyorot dengan jelas! Ia sendiri sampai terkejut, hampir saja kencing di celana!
Astaga! Apa ini layak ditayangkan di siaran langsung? Mau programnya cepat ditutup apa?
Meski sudah diburamkan, tapi lewat layar saja tetap terasa menakutkan.
Sutradara bertanya pelan, "Semua ini gara-gara peserta nomor 37?"
Staf hanya bisa tersenyum pahit, "Benar! Perlu kita tindak lanjuti nggak? Soalnya terlalu mengerikan, takutnya nanti kena tegur pihak berwenang..."
Sutradara berpikir sejenak, lalu menggeleng, "Tidak perlu! Teruskan saja! Justru ini bisa jadi berkah buat tim produksi."
"Kasus aneh seperti ini memang selalu menarik perhatian!"
"Lagi pula, negara kita sangat serius dalam pemberantasan narkoba. Popularitas Yun Xiao juga bisa jadi edukasi, supaya masyarakat paham pentingnya memerangi narkoba."
"Kamu pergi ke bagian humas, suruh mereka buat artikel, lalu sebarkan video ini. Promosikan peserta nomor 37 dengan baik."
"Semakin dia terkenal, semakin naik juga popularitas acara ini!"
Setelah staf pergi, sutradara meraih headset, mematikan video siaran wanita cantik, lalu masuk ke siaran langsung Yun Xiao. Sambil minum teh, ia menonton live streaming itu dengan penuh perhatian.