Menyanggah rumor sampai kelelahan
Setelah keluar dari hotel, Sheng Zhiying bertanya pada Lu Jingyu, “Kenapa hari ini kau datang?”
Lu Jingyu tersenyum dengan cara yang penuh teka-teki, tampak menyebalkan, dan jawabannya sama sekali tak ada hubungannya dengan pertanyaan tadi.
“Ada seseorang menunggumu di mobil.”
Mengikuti Lu Jingyu beberapa langkah, Sheng Zhiying pun melihat sebuah Maybach berwarna gelap terparkir di pinggir jalan.
Dia menoleh dengan lamban pada Lu Jingyu, “Kakakmu datang?”
Lu Jingyu dengan ramah membukakan pintu mobil untuk Sheng Zhiying, seraya berkata, “Silakan masuk, Kakak Ipar.”
Di waktu yang sama, lampu kamera tiba-tiba menyala di balik semak-semak yang tersembunyi.
Lu Mingze bersandar di jendela mobil, dan seketika Sheng Zhiying masuk, ia pun menoleh.
“Aku dapat kabar dari Cheng Yun, katanya kau tadi dipersulit. Kau baik-baik saja?”
Sheng Zhiying menggeleng seperti boneka, lalu berkata lirih, “Aku baik-baik saja, tapi Pan Yuntian mungkin sedikit bermasalah. Nanti lebih baik ada yang mengantarnya ke rumah sakit.”
Lu Mingze melotot pada Lu Jingyu, bukankah sudah diperingatkan agar Sheng Zhiying tak melihat adegan seperti itu?
Dengan suara berat ia bertanya, “Bukankah sudah aku bilang, jangan pakai kekerasan? Kenapa malah sampai harus ke rumah sakit?”
Lu Jingyu mengeluh dalam hati, merasa sangat tak adil tapi tak bisa protes, “Aku benar-benar tak bersalah, aku tak berani melakukan apa pun. Justru istrimu yang bertindak!”
Lagi pula, kapan kau pernah bilang padaku untuk tak bertindak?
Bukankah kau sendiri bilang, “Baik, sebagai penghormatan pada Pak Pan, aku tak akan bertindak. Tapi saat kau hajar bajingan itu, jangan sampai dia lihat.”
Ia menatap Sheng Zhiying dengan wajah sedikit tertekan.
Sheng Zhiying menunduk, merasa sedikit bersalah, “Itu... aku yang melakukannya.”
Lu Mingze menatap Lu Jingyu dengan tak percaya.
Lu Jingyu mengangguk seperti ayam mematuk beras, dengan ekspresi yakin, “Betul, istrimu memang hebat, aku sama sekali tak sempat turun tangan.”
Lu Mingze melirik Sheng Zhiying dengan nada sedikit mengagumi, “Sejak kapan jadi seberani ini?”
Sheng Zhiying cemberut dan berkata santai, “Bukankah kau sudah mengirim orang untuk melindungiku? Masa aku harus mempermalukanmu?”
Benar saja, Lu Mingze pasti tak mau disalahkan untuk hal ini.
Sudut matanya tampak tersenyum, ia suka melihat Sheng Zhiying yang santai dan percaya diri di hadapannya, lalu bertanya, “Apa rencanamu berikutnya?”
Sheng Zhiying mengeluarkan ponsel dan mengayunkannya, “Aku akan menghubungi Cheng Yun untuk memanfaatkan momentum saat citra publikku sedang baik, mengatur tim untuk membersihkan rumor aku bertingkah sombong, lalu sebelum syuting ‘Masa Depan’ dimulai, aku akan ambil satu acara varietas.”
Lu Jingyu tiba-tiba menyela dari kursi belakang, “Itu acara reality show tentang cinta, lho.”
Sheng Zhiying: “?”
Ia cuma memerintahkan Cheng Yun mengambil acara itu, bahkan belum melihat detailnya.
Entah kenapa ia jadi agak gelisah, ia berkata, “Aku kurang tahu...”
Lu Jingyu malah menanggapi lebih cepat dari kakaknya sendiri, “Peserta pria belum ditentukan, Kakak Zhiying bisa jadi pengamat saja kok, tak perlu bikin gosip pasangan.”
Sheng Zhiying tersenyum masam dalam hati.
Lu Jingyu ini benar-benar suka kepo urusan dirinya dan kakaknya, perhatiannya sampai lebih daripada dirinya sendiri.
Mekanisme acara saja ia belum tahu, tapi Lu Jingyu sudah tahu?
Ia menggertakkan gigi belakang dan menjawab, “Boleh, yang penting menambah eksposur.”
Mengira pembicaraan sudah selesai, tapi Lu Jingyu yang suka keramaian malah menambah, “Sepertinya Yan Zhan juga dapat undangan, tapi dia baru akan muncul di episode selanjutnya.”
“Yan Zhan itu siapa?”
Wajah Sheng Zhiying mendadak berubah hitam.
Ia menatap Lu Jingyu dengan pandangan memperingatkan, barulah Lu Jingyu mengatupkan bibir dan duduk diam.
“Itu, kan, guru seni peranku yang pernah kau temui.”
Lu Mingze agak ingat, wajahnya tetap tenang namun auranya agak menakutkan.
“Kau mau digosipkan dengan dia?”
Akhir-akhir ini Lu Jingyu memang sering mengajarkan istilah-istilah dunia hiburan pada Lu Mingze, jadi ia pun lancar mengucapkannya.
Sheng Zhiying menepuk dahi, dalam hati menjerit: Astaga, kakak-adik ini otaknya sama saja.
“Bukan digosipkan, kan aku bisa jadi pengamat acara?”
Tapi mulut Lu Jingyu memang tak bisa ditahan, ia menimpali, “Tapi itu juga tergantung produsernya mau atau tidak.”
Sheng Zhiying pun kehilangan kesabaran karena Lu Jingyu, lalu berkata, “Baiklah, aku tak jadi ambil acara itu.”
Lu Mingze menyalakan mesin mobil, menginjak gas, dan berkata pelan, “Kalau memang bisa menambah eksposur, kenapa tak diambil?”
“Kau tak keberatan?”
“Kak, kalau kau keberatan, aku saja yang jadi pasangan Kak Zhiying, jadi tak ada pria lain yang bisa mendekatinya.”
Sheng Zhiying benar-benar ingin membulatkan Lu Jingyu lalu melemparnya keluar dari mobil.
Begitu sampai ke pertanyaan penting, Lu Jingyu malah bercanda lagi.
Sheng Zhiying: Sabar, aku harus sabar.
Lu Mingze dengan dingin berkata pada Lu Jingyu, “Kau masih kurang puas sudah bikin masalah untuknya?”
Hati Sheng Zhiying bersorak, memang adik harus dihadapi oleh kakaknya sendiri.
Dan malam itu juga, Lu Mingze seperti sudah bisa menebak masa depan.
Keesokan harinya, Sheng Zhiying kembali masuk trending topic.
#LuJingyuShengZhiyingDidugaPacaran
#ShengZhiyingNempelPejabat
Sheng Zhiying yang masih setengah sadar ditarik dari tempat tidur oleh Cheng Yun untuk melihat berita itu, benar-benar terkejut.
Astaga! Dosa apa yang telah kuperbuat!
Memang, bagi artis trending itu hal bagus, tapi ini sudah terlalu sering.
Sebulan terakhir ini, namanya tak pernah turun dari trending topic.
Foto yang dipasang adalah saat Lu Jingyu membukakan pintu mobil untuknya tadi malam.
Isi beritanya sangat detail, mengarang bebas soal interaksi mereka di acara, menulis cerita panjang-panjang.
Tapi setelah ia baca, ia tahu inti tulisan itu bukan untuk mengumbar hubungan mereka, tapi menyindir dia menempel orang berpengaruh.
Bahkan sampai urusan ia keluar dari Xingdong Entertainment dan masuk SY Entertainment pun diangkat.
Dari SY Entertainment, pembahasan mengarah ke keluarga Lu, lalu disisipkan foto ia mengembalikan kartu di Tianqin Yipin dan masuk ke mobil Bentley, lalu cuplikan momen ia dan Lu Jingyu di acara, dan akhirnya foto mereka keluar dari Hotel Bairong tadi malam.
Cerita ini begitu runut dan masuk akal sampai-sampai Sheng Zhiying sendiri ingin berteriak, “Hebat sekali!”
Kalimat klasik yang selalu dipakai, “Sering tampil bersama dalam satu momen”, “Lu Jingyu melindungi Sheng Zhiying naik mobil mewah, tampak bahagia berdua.”
Bahagia dari mana, Sheng Zhiying malah ingin mengusir Lu Jingyu dari mobil!
Warganet benar-benar terprovokasi oleh akun gosip, terutama fans Sheng Taotao yang paling berisik.
“Tuh kan, aku bilang juga Sheng Zhiying dan Lu Jingyu pasti ada hubungan.”
“Gila, Lu Jingyu ternyata anak kedua keluarga Lu Group! Wajar sejak nempel ke Lu Jingyu, Sheng Zhiying trending terus.”
“Dukungan sponsor dari Lu Group memang luar biasa.”
“Kenapa Lu Jingyu bisa suka Sheng Zhiying? Dia tak jijik apa?”
Yang paling keterlaluan, ada yang malah menjodoh-jodohkan diri mereka dengan Lu Jingyu.
“Andai bukan pacaran, Sheng Zhiying mana berani lawan Lu Jingyu di acara, baper banget nih.”
Sheng Zhiying: Baper dari mananya?
“Wow, anak kedua keluarga Lu Group di depan Sheng Zhiying kayak adik kecil, ini nih namanya cinta?”
“Duo ini kayaknya ceweknya yang dominan, aku suka banget!”
Masalah tak berhenti di situ, postingan klarifikasi dari tim yang dihubungi Cheng Yun soal rumor ia bertingkah sombong juga naik daun.
Akun gosip menulis: Tim produksi acara tak berperikemanusiaan, seorang artis wanita dipaksa masuk air saat haid, setelah menolak lalu difitnah.
Intinya, Sheng Zhiying menolak syuting karena sedang haid, dan tim produksi menipu serta memfitnah meski sudah tahu kondisinya.
Situasi makin tak terkendali.
“Gila, tim produksi berani sekali? Tak takut kena batunya dari Lu Jingyu dan Lu Group?”
“Santai saja, Lu Jingyu perempuan seperti apa sih belum pernah lihat? Kalau sudah bosan, ya putus, tak mungkin repot-repot bela Sheng Zhiying.”
“Jangan-jangan ini postingan klarifikasi dipesan sama Lu Jingyu untuk Sheng Zhiying?”
Yang paling emosional selain fans Sheng Taotao, adalah fans Lu Jingyu yang penuh air mata.
“Benar-benar licik, numpang tenar pakai idolaku ya? Menjijikkan.”
“Minta tolong, jangan sedot popularitas kakakku lagi.”
“Kau sebaiknya tahu diri, latar belakang kakakku tak akan sanggup kau dekati.”
“Pergi sana, menjauh sejauh-jauhnya!”
Sheng Zhiying juga menerima telepon dari sutradara ‘Masa Depan’.
Begitu kejadian ini terungkap, ditambah insiden semalam saat Lu Jingyu menolong di acara, kepercayaannya makin kuat.
“Zhiying, soal kau dan Tuan Muda Lu kedua itu...”
Sheng Zhiying buru-buru menenangkan sang sutradara, “Percayalah, aku sungguh tak ada hubungan apa-apa dengannya. Kalau Anda khawatir filmnya terdampak, syuting bisa diundur, aku akan berusaha menyelesaikan masalah ini.”
Tapi jelas sutradara tak percaya.
“Sebenarnya Tuan Muda Lu kedua orangnya baik, Lu Group juga pasti bisa mengatasi masalah ini. Aku telepon hari ini karena khawatir keadaanmu nanti terganggu.”
Sheng Zhiying benar-benar ingin menangis darah.
Ia dan Lu Jingyu tak ada hubungan sama sekali!
Intinya, serangkaian rumor hitam yang disebar Sheng Taotao pada Sheng Zhiying berhasil ia selesaikan dengan baik.
Tapi sebagai gantinya, masalah yang lebih besar kini trending.
Lu Jingyu mengiriminya pesan: “Kakak Ipar, kenapa tidak langsung umumkan saja hubunganmu dengan kakakku? Biar tak ada lagi yang mengaitkan namamu denganku.”
Sheng Zhiying: Terima kasih banyak atas usulmu.
Kalau hubungannya dengan Lu Mingze benar-benar terungkap, seperti apa jadinya akun Weibonya!
Masih kurang trending, ya!
Ia tetap tersenyum dan mengetik, “Menurutmu, pengaruh kakakmu dan kau, besar mana?”
“Jelas pengaruh kakakku lebih besar, coba bayangkan, kalau satu kalimat saja di Weibo, bisa-bisa kau langsung trending sampai ke bulan. Sudahlah, lupakan saja.”
Sheng Zhiying menekan pelipisnya.
Saat ini juga ia ingin mengirim Lu Jingyu ke bulan!
“Kau sekarang segera klarifikasi, juga cari tahu siapa yang membocorkan berita itu.”
Lu Jingyu: “Oke.”
Sheng Zhiying merasa kalau terus syuting acara dengan Lu Jingyu, jantungnya bisa-bisa bermasalah.
Enak saja, tak ada yang memaki dirimu, semuanya ke arahku!
Akhirnya, kantor Lu Jingyu mengeluarkan pernyataan resmi di Weibo.
“Belakangan ini, sebagian pengguna internet menyebarkan informasi tidak benar tentang Tuan Lu Jingyu dan Nona Sheng Zhiying, yang berdampak serius pada kehidupan dan nama baik mereka. Kami akan dengan tegas melindungi kepentingan Tuan Lu Jingyu dan Nona Sheng Zhiying, serta menempuh jalur hukum terhadap individu atau pihak yang menyebarkan berita palsu.
— Demikian pernyataan ini kami buat.”
Pernyataan ini menjadi penenang bagi para penggemarnya.
“Fans ikan akan selalu bersama studio untuk membela kepentingan Xiaoyu!”
“Xiaoyu tetaplah lajang yang membanggakan!”
Pesan masuk ke Sheng Zhiying pun sedikit berkurang.
Ia pun segera membuat klarifikasi di Weibo, menegaskan statusnya di SY Entertainment serta hubungannya dengan Lu Jingyu.
Begitu ‘Bunga Desa Sebelah’—akun resmi Sheng Zhiying—online, suasana jadi ramai.
“Pemilik akun sudah hadir, minggir semuanya.
Aku tahu kalian pasti punya banyak pertanyaan, walaupun beberapa bersifat pribadi, tapi sebagai figur publik aku sadar tak bisa sepenuhnya punya privasi. Jadi, aku akan jawab di sini.
Pertama, sebulan lalu aku sudah mengakhiri kontrak dengan Xingdong Entertainment dan kini resmi di SY Entertainment.
Kedua, soal acara, benar aku tak bisa syuting karena masalah kesehatan mendadak, bukan disengaja.
Sekarang semuanya jelas, aku dan adik kecil Lu Jingyu hanya rekan kerja, dan SY melarang hubungan asmara di kantor (pasti kantor kalian juga begitu), jadi kami takkan melanggar aturan.
Sebulan ini memang banyak menyita perhatian publik, aku mohon maaf.
Terakhir, aku berharap kalian lebih memperhatikan karya-karya yang kuhasilkan.
Dan untuk beberapa orang, ingatlah, menguntit, memotret diam-diam, dan menyebar fitnah itu melanggar hukum! Kali ini aku maafkan, semoga lain kali kau berpikir matang sebelum bertindak.”
Setelah posting itu, Sheng Zhiying rebah di ranjang, jadi ikan asin yang mengering, menumpahkan semua air mata.
Memang, menyebar fitnah itu semudah membuka mulut, tapi klarifikasinya sampai harus lari ke sana-ke mari.