Bab 140 Aku adalah orang yang paling kau cintai
Jari-jemari Su Fu yang ramping mencubit pinggang Su Shen, memberi isyarat agar pria itu bekerja sama dengannya.
Su Shen mengernyit menahan sakit, lalu melihat tatapan membunuh dari Mo Yiheng. Dengan perasaan tidak sabar, Su Shen hendak menarik Su Fu dari pelukannya.
Su Fu terpaksa terlepas dari dekapan Su Shen hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke lantai.
Mo Yiheng dengan sigap menangkapnya ke dalam pelukan, lalu bertanya dengan hati-hati seolah sedang memegang harta karun yang berharga, "Kau tidak apa-apa? Fu Fu, apa ada yang terluka? Biar kulihat."
Mata Su Fu dipenuhi ketakutan, ia berusaha menepis tangan pria itu dengan sekuat tenaga, "Jangan sentuh aku, pergi sana, aku tidak mengenalmu."
Mo Yiheng mencengkeram bahu Su Fu dengan gugup, bahkan tanpa sadar mempererat cengkeramannya. Suaranya terdengar putus asa, "Fu Fu, aku adalah orang yang paling kau cintai. Aku pacarmu, apa kau melupakanku?"
Su Fu menggelengkan kepala, "Bukan, A-Shen adalah pacarku. Aku sama sekali tidak mengenalmu."
Su Shen menatap Su Fu seolah melihat orang gila, namun ia tetap bungkam.
Pikiran dan pandangan Mo Yiheng hanya tertuju pada kenyataan bahwa Fu Fu-nya masih hidup; ia tidak bisa mendengar kata-kata lain.
Melihat dua orang itu terus berselisih, Su Shen menarik Su Fu ke arahnya. Apa pun tujuan Su Fu berpura-pura amnesia, ia tidak akan membiarkan kedua orang itu terus berhubungan.
Wajah Mo Yiheng tampak murka. Dua pengawal berdiri di depan Su Shen dan Su Fu untuk menghalangi Mo Yiheng mendekat.
Saat Mo Yiheng melihat Su Fu bersandar ketakutan di pelukan Su Shen layaknya burung kecil yang terkejut, ia berteriak dengan marah, "Su Shen, apa maksudmu? Kenapa dia ada padamu? Apa yang sebenarnya terjadi padanya?"
Su Shen menurunkan pandangan yang penuh arti saat menatap Su Fu, lalu beralih ke arah Mo Yiheng, "Dia sama sekali tidak mencintaimu, apa itu cukup? Aku akan membawanya pergi. Sekarang kau sudah melihatnya masih hidup, seharusnya kau tenang, bukan?"
Mo Yiheng mengertakkan gigi, ia ingin sekali melayangkan tinju ke wajah Su Shen. Apakah ini yang disebut sahabat baik?
"Su Shen, dia adikmu! Kenapa dia bilang kau pacarnya? Kau brengsek! Ini adalah hubungan terlarang."
Su Shen bisa merasakan Su Fu sedang merencanakan sesuatu di dalam pelukannya, namun ia tidak punya waktu untuk memikirkannya. Ia hanya berkata dengan dingin kepada Mo Yiheng, "Lao Mo, apakah kau begitu yakin bahwa Su Fu adalah pihak yang paling tidak bersalah?"
Mo Yiheng sudah tidak bisa menahan diri lagi dan langsung menyerang para pengawal. Meskipun ia tidak pernah menjadi tentara seperti Gu Yihan, ia tetap memiliki kemampuan bela diri, sehingga kedua pengawal itu sempat kewalahan menghadapinya.
Su Shen melambaikan tangan, memberi isyarat agar pengawal berhenti.
Mo Yiheng menatap Su Shen dan Su Fu, lalu melangkah maju dengan dominan menarik Su Fu ke dalam pelukannya. Ia memberi peringatan pada Su Shen, "Aku tidak akan mempermasalahkan apa yang terjadi beberapa tahun ini, tapi jika hari ini kau masih ingin membawanya pergi, kau harus melangkah di atas mayatku."
Su Fu menatap wajah Mo Yiheng dengan perasaan linglung. Apakah ia harus kembali ke sisi Mo Yiheng? Ia tidak mau, sama sekali tidak mau.
Mata Su Shen tampak kelam, lalu tiba-tiba ia tersenyum sinis, "Ambil saja dia, Lao Mo. Suatu hari nanti kau akan menyesal. Beberapa orang itu seperti serigala berbulu domba, tidak akan pernah bisa kenyang meski terus diberi makan."
Su Fu menggigit bibir, terus memainkan perannya, "A-Shen, bagaimana bisa kau menjualku pada pria ini? Bukankah kau bilang akan membawaku kembali ke Swiss untuk menikah?"
Mo Yiheng menangkup wajah Su Fu, menatap wanita itu dengan lembut dan penuh kasih, "Fu Fu, kitalah yang akan menikah. Ikutlah pulang denganku, jadilah anak baik."
Su Fu dipaksa menatap langsung ke mata Mo Yiheng.
Pupil matanya bergetar hebat tanpa berkata apa-apa. Kondisi Mo Yiheng sangat tidak wajar, sepertinya pria itu menderita suatu penyakit.
Su Shen memikirkan rencana lain di dalam benaknya. Jika Mo Yiheng ingin membawa Su Fu, maka biarkan saja.
Pria itu pasti akan menyesal. Terlepas dari apa pun alasan Su Fu berpura-pura amnesia, keputusan Su Fu untuk memalsukan kematiannya demi menipu Mo Yiheng dan bersekongkol dengan Ke Yuan menunjukkan bahwa mereka memang memiliki rencana.
Apa pun yang terjadi, ia tidak akan membiarkan Su Fu berhasil.
Su Fu berpura-pura gelisah, menatap Mo Yiheng dan Su Shen bergantian, lalu bertanya, "Apakah aku harus pergi bersamamu, atau bersamanya?"