Bab 152: Siapa Cepat Dia Dapat
Gu Haiming menarik kembali pandangannya, lalu menatap para petinggi perusahaan dan berkata, "Pembagian saham ini dilakukan di antara para pemegang saham dari tujuh puluh persen milik keluarga Gu kita, dan tidak membagikan sisa yang tiga puluh persen, tetap seperti semula. Mengenai kapan pembagian itu akan dilakukan, kita akan mencari waktu lain untuk mengubahnya setelah Gu Yihan resmi menjabat. Ini tidak memiliki hubungan kepentingan yang besar dengan kalian. Gu Yihan dapat mulai menjabat sejak sekarang, apakah ada yang keberatan?"
Para petinggi saling memandang tanpa bersuara.
Gu Jingru mengamati reaksi para petinggi di sekelilingnya, hatinya dipenuhi dengan senyum sinis. Gu Haiming benar-benar hebat, bisa membujuk semua orang secepat ini.
"Kakak, Yihan masih sangat muda. Bukankah lebih baik memberinya posisi manajer umum terlebih dahulu untuk berlatih? Dia mungkin belum tentu cocok menjadi presiden direktur saat ini."
Semua orang langsung mengalihkan pandangan ke arah reaksi Gu Jingru dan Gu Yihan.
Beberapa orang menduga-duga. Alasan utama mereka tidak mendukung Gu Yihan menjadi presiden direktur tentu saja karena dia bukan dari keluarga mereka, dan mereka takut menyinggung presiden baru sehingga masa depan karier mereka terancam. Namun, Gu Jingru adalah putri dari keluarga Gu, bibi dari Gu Yihan.
Jika bibi kandungnya sendiri tidak mendukung Gu Yihan untuk menjabat, maka hasilnya tentu akan berbeda.
Persaingan internal sudah dibawa ke permukaan? Pertarungan sengit terjadi di mana-mana, keluarga kaya benar-benar tidak mengenal yang namanya ikatan kekeluargaan, hubungan antara bibi dan keponakannya itu sudah hampir mencapai titik ketegangan yang memuncak.
"Tutup mulutmu, giliranmu belum tiba untuk berbicara." Gu Haiming menatap tajam ke arah Gu Jingru.
Gu Jingru merasa kehilangan muka setelah ditegur seperti itu, ia lalu berkata dengan kikuk, "Kakak, bukankah aku juga sedang memikirkan dan merencanakan yang terbaik untuk Yihan? Jikalau nanti dia membuat kesalahan atau kerugian yang tidak pantas bagi perusahaan, bukankah itu juga mempermalukan keluarga Gu? Lihatlah dirimu ini, untuk apa marah-marah?"
Gu Haiming mengetukkan pulpen di tangannya ke atas meja dengan wibawa yang cukup besar, "Gu Jingru, jaga sikapmu di perusahaan. Baiklah, rapat dilanjutkan. Yihan, sampaikan beberapa patah kata."
Gu Yihan mengangkat pandangannya menyapu seisi ruang rapat, tatapannya tajam. "Karena hari ini aku sudah resmi menjabat, maka aku berharap semua orang di perusahaan ini bisa bekerja sama dengan sehati dan sejiwa, alih-alih terlibat dalam berbagai persaingan tidak sehat dan dengan sengaja merugikan kepentingan perusahaan. Nyonya Gu, benar kan?"
Setelah berkata demikian, Gu Yihan menatap dingin ke arah Gu Jingru.
Hal itu membuatnya sampai bergidik ngeri.
Gu Jingru kemudian memulihkan kembali sikap angkuhnya. Mendengar ucapan dari pria muda yang masih hijau sepertinya itu, bibirnya yang merah tersenyum tipis. "Apa yang dikatakan Yihan benar, semuanya harus bersatu padu."
Gu Yihan tidak berkata apa-apa lagi, ia hanya mengucapkan beberapa kalimat basa-basi khas dunia kerja, lalu mengumumkan pembubaran rapat setelah selesai bicara.
Rapat tersebut memakan waktu yang cukup lama hingga jam makan siang pun telah terlewati.
Setelah rapat bubar dan semua orang telah meninggalkan ruangan, di dalam ruang rapat yang kosong, Gu Haiming menepuk pundak Gu Yihan dengan puas. "Bagus, anakku memang memiliki bakat di bidang ini. Lihatlah wibawa dan ketegasan tadi, memancarkan kharisma tanpa harus marah. Keputusan kakekmu mengirimmu masuk ke militer benar-benar tidak salah."
Gu Yihan tidak menjawab, ia melirik jam tangannya. Pada saat ini, istri kecilnya sudah jam pulang kerja.
"Ayah, sekarang sudah waktunya makan siang, aku pergi menjemput Liuliu pulang dulu. Ayah mau langsung pulang atau bagaimana?"
Mengingat Xia Liu, Gu Haiming melambaikan tangannya kepada Gu Yihan. "Kalau begitu pergi saja, nanti Ayah akan menelepon sopir untuk menjemput."
Gu Yihan mengangguk. "Kalau begitu Ayah, aku pergi dulu."
Gu Yihan melangkah keluar dari ruang rapat sambil dengan santai membuka kancing jasnya.
Beberapa karyawati di perusahaan menatap Gu Yihan dengan tatapan penuh kekaguman seperti orang terpesona.
Beberapa karyawati yang memegang beberapa berkas berdiri di samping sambil memperhatikan Gu Yihan yang berjalan dengan langkah cepat.
"Tampan sekali, kudengar perusahaan kita akan berganti presiden direktur, yaitu tuan muda yang selama ini tidak pernah menampakkan diri. Apakah ini orangnya?"
"Ganteng banget, sudah punya pacar atau belum ya."
"Pimpinan baru pasti butuh sekretaris, aku nanti mau mendaftar. Kata orang bijak, orang yang berada di dekat air akan lebih dulu mendapatkan ikan."
"Aku juga mau mendaftar, melamar posisi sekretaris, supaya bisa melihat presiden direktur yang tampan ini setiap hari."