Bab Seratus Tiga Puluh Delapan: Tushan Rongrong: Tidak ada seorang pun yang lebih memahami kami bertiga selain kami sendiri
“Kakak, kelihatannya besok kepala Suku Bulan, Yue Ti Xia, juga akan meminta bantuan Susu untuk reinkarnasi dan penyambungan takdir. Bagaimana kalau kita lihat-lihat dulu?” kata Tushan Xiaorong sambil menyipitkan matanya.
Menghadapi Tushan Yaya yang berhaluan keras, Tushan Rongrong tidak menunjukkan sikap setuju maupun menolak. Sebab, di antara misi reinkarnasi dan penyambungan takdir itu masih ada Putri Negara Selatan Huan Du Luolan dan Kaisar Iblis Beishan Shi Kuan. Mereka bisa mengamati situasi reinkarnasi dan penyambungan takdir milik para tokoh tersebut terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
“Baiklah, kita lihat besok saja. Kalau memungkinkan, baru kita bicarakan lagi,” ucap Tushan Honghong.
“Hih, Kakak, kamu ini terlalu berhati lembut,” cibir Tushan Yaya dengan nada dingin. “Orang yang tidak kejam tidak akan bisa berdiri tegak, orang yang tidak gila tidak akan mencapai impiannya. Seseorang harus bersikap tegas pada diri sendiri barulah bisa meraih pencapaian, begitu pula dengan siluman.”
“Sudahlah, sudahlah. Kakak tahu Yaya adalah yang paling hebat. Kakak berjanji padamu, selama tidak merusak persahabatan antara kaum manusia dan siluman, Kakak setuju untuk kembali ke dunia asal. Urusan tugas ekspansi ke luar kuerahkan kepadamu. Begitu saja, ya?” Tusan Honghong menghibur Tushan Xiaoya dengan mengelus kepalanya penuh kasih.
“Hmm-hmm~” Tusan Xiaoya mendengkur pelan menikmati elusan itu.
“Tidurlah, tidurlah. Besok kita masih harus menyelesaikan reinkarnasi dan penyambungan takdir,” ujar Tushan Honghong dengan lembut setelah merapikan selimut untuk Tushan Xiaoya dan Tushan Xiaorong.
“Kakak, selamat malam~”
“Yaya, Rongrong, selamat malam~”
Setelah Tushan Xiaoya dan Tushan Xiaorong tertidur, Tushan Honghong membuka matanya, menatap langit-langit kamar, lalu terjatuh dalam lamunan yang mendalam.
Setibanya di dunia ini, Tushan Honghong telah memahami bahwa pihak yang mendorong perdamaian antara dunia manusia dan dunia siluman tidak lain adalah Tushan Honghong dan Dongfang Yuechu dari dunia ini.
Di dunia ini, para siluman dapat dengan bebas keluar masuk negeri manusia asalkan mereka mengurus dokumen paspor yang sesuai. Bagi manusia, para siluman tidak lebih dari sekadar “orang asing”. Siluman dapat membuka toko dan berbisnis di negeri manusia, bahkan membuka balai pengobatan. Kendati demikian, jika terjadi insiden kekerasan, hal itu tetap akan memicu kepanikan, dan pada saat itulah polisi khusus siluman dari Aliansi Yiqi akan turun tangan.
Sebagaimana manusia yang terdiri dari ras kulit hitam, kulit kuning, dan kulit putih, serta membentuk negara berdasarkan kelompok sosial, para siluman pun membentuk berbagai kerajaan siluman berdasarkan kelompok etnis dan sebaran wilayah mereka.
Klan atau kerajaan siluman yang lemah akan bernaung di bawah kerajaan kelompok yang lebih kuat, dan tentu saja ada pula yang bernaung di bawah negara manusia. Hal inilah yang membentuk lima kerajaan besar siluman yang berdiri sejajar dan mengimbangi negara-negara manusia.
Di antaranya, Wilayah Rubah Tushan menjadikan urusan reinkarnasi dan penyambungan takdir sebagai bisnis utamanya. Pemimpin tertingginya, Tushan Yaya, menjabat sebagai Penguasa Aliansi Siluman dengan kekuatan yang tiada tandingannya di dunia.
Pangeran Rubah Pasir dari Wilayah Rubah Pasir Xixiyun, Fan Yunfei, adalah petarung terkuat di Xixiyun. Di padang pasir yang tandus, klan rubah pasir berada di posisi yang tak terkalahkan.
Kaisar Iblis Beishan dari Kekaisaran Beishan, Shi Kuan, dijuluki sebagai Penguasa Kehancuran. Pada masa lalu, ia berhasil menahan satu juta pasukan pemberontak Beishan hanya dengan kekuatan satu tinjunya. Tinju kehancurannya membuat siapa pun merasa gentar setengah mati.
Negara Selatan di daerah perbatasan adalah negeri racun dan miasma yang membuat orang berubah warna wajahnya sekadar mendengarnya. Kehebatan Sang Kaisar Racun sama sekali tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Ia juga merupakan kaisar siluman tertua yang paling lama mendunia, dengan kekuatan yang kedalamannya tidak dapat diduga!
Aliansi Yiqi telah menjadi dewa pelindung dunia manusia sejak zaman dahulu kala. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir tidak ada tokoh kuat yang menampakkan diri, kekuatan mereka sama sekali tidak boleh dipandang sebelah mata. Sementara itu, reinkarnasi Bai Yuechu di masa lalu, yaitu Dongfang Yuechu, adalah Pemimpin Aliansi Yiqi.
Negara Aolai hampir tidak pernah berhubungan dengan dunia luar pada era modern, dan tidak seorang pun yang mengetahui kekuatan sejati mereka. Sebagian besar orang yang mengetahui kekuatan mereka telah tiada… Namun, menurut Dongfang Yuechu dan Xiao Shenghao, wilayah di luar Tushan, Xixiyun, Beishan, Negara Selatan, manusia, dan Negara Aolai—dengan kata lain, area di luar batas peta yang tidak ditandai—dikenal sebagai Wilayah Luar Lingkaran. Sebelum kemunculan manusia dan siluman, ada makhluk-makhluk yang jauh lebih kuat daripada manusia dan siluman yang pernah tinggal di sana. Belakangan, Tushan Shenghao berhasil mengalahkan mereka, lalu Tiga Saudara Negara Aolai menggambar sebuah lingkaran untuk menghalangi mereka di luar lingkaran tersebut. Begitu makhluk luar lingkaran itu melompati batas itu, mereka akan musnah tak bersisa. Belakangan, Aliansi Yiqi membangun tembok pertahanan di perbatasan, yaitu Gerbang Shanhai Perbatasan.
“Sepertinya air di dunia ini sangat dalam. Aku ingin tahu seberapa banyak yang bisa kupahami dalam beberapa bulan singkat ini,” gumam Tushan Honghong dalam hati.
Tushan Honghong sangat berterima kasih kepada Dongfang Yuechu. Tanpa undangan dari pemuda itu, mereka bertiga bersaudara tidak akan pernah datang ke dunia ini, apalagi memahami hal-hal yang akan terjadi beberapa ratus tahun kemudian. Ini setara dengan memberikan informasi intelijen dan prediksi masa depan bagi mereka.
Mungkin Dongfang Yuechu juga paham bahwa sekalipun ia menceritakan kejadian beberapa ratus tahun kemudian kepada tiga saudari Tushan, mereka belum tentu mempercayainya. Oleh karena itu, jauh lebih baik baginya untuk mengundang mereka datang secara langsung agar mereka bisa memahami sendiri peristiwa yang terjadi selama beberapa abad tersebut.
Inilah alasan mengapa Tushan Honghong merasa berterima kasih kepada Dongfang Yuechu, sebab pemuda itu melakukannya dengan tulus.
“Sayangnya, Dongfang Yuechu, Tushan Honghong di dunia ini telah berubah menjadi Susu, dan dia tidak lagi menjadi Dewi Siluman yang dingin dan berwibawa di dalam hatimu. Demikian pula, aku tidak akan mengulangi kesalahannya.” Tushan Honghong melirik Tushan Susu yang sedang tidur pulas, lalu berbisik dalam hati.
Mungkin Dongfang Yuechu juga mengerti bahwa ia mungkin tidak akan pernah bisa melihat Honghong lagi. Kecuali, di masa depan kelak di Ruang Dewa Utama, Tushan Honghong berhasil dipisahkan dari tubuh Tushan Susu di dunia ini… Namun, itu adalah hal yang teramat sulit…
…
Tushan.
“Kakak, tidakkah sebaiknya kita menjemput Adik Bungsu kembali malam ini?” tanya Tushan Rongrong sambil menyipitkan matanya.
“Tidak perlu,” jawab Tushan Yaya sambil melihat lembar pesanan di tangannya.
Ia tampaknya tidak pernah merasa khawatir sedikit pun akan keselamatan Susu.
Berkat penyebaran yang dilakukan oleh Xiao Shenghao, dunia manusia dan dunia siluman kini mengetahui berita tentang kembalinya Leluhur Suci Tushan, Tushan Shenghao, yang telah bangkit kembali.
Terlebih lagi, tepat pada hari pertama kepulangannya, Tushan Shenghao langsung menyelesaikan misi reinkarnasi dan penyambungan takdir bagi seorang kaisar siluman.
Hal tersebut memicu riak yang sangat besar di dunia manusia maupun dunia siluman. Berbagai raja siluman serta pesanan reinkarnasi dan penyambungan takdir dari bangsa siluman pun meningkat dari hari ke hari.
“Rongrong, menurutmu apakah dia sedang berusaha menegakkan wibawa, ataukah dia sedang membantu Tushan kita?” tanya Tushan Yaya. “Tidak berebut kekuasaan dan hanya mencari ketenaran, mungkinkah dia tahu bahwa dia tidak bisa mengalahkanku, sehingga dia berencana memanfaatkan kekuatan opini publik untuk merebut kembali posisi Penguasa Klan Rubah Tushan?”
“Kakak, mungkin kita terlalu banyak berpikir?” kata Tushan Rongrong sambil menyipitkan matanya. “Mungkin dia hanya ingin tulus membantu Tushan kita, tulus ingin membantu Susu?”
“Tetapi, misi reinkarnasi dan penyambungan takdir yang mereka ambil semuanya adalah level kaisar siluman.”
“Kaisar Iblis Beishan Shi Kuan, Putri Negara Selatan Huan Du Luolan, Kepala Suku Bulan Yue Ti Xia, serta Cuiyu Mingluan dari klan Lintah, dan Ratu Laba-laba Qingtong.”
“Bukankah semuanya memiliki hubungan yang amat erat dengan Tushan kita? Apa kamu pikir dia sebaik itu?” cecar Tushan Yaya.
“Kakak, dia adalah Leluhur Suci kaum rubah, sekaligus mantan penguasa Tushan. Sekalipun dia ingin merebut kembali posisi kaisar siluman, dia tidak akan menggunakan cara-cara besar yang justru mengundang musuh ke dalam selimut. Mungkin, dia memang benar-benar hanya ingin membantu Tushan kita, persis seperti saat dia menghadiahkan Kitab Suci Murni kepada Kakak Sulung dan mengajari Kakak Ilmu Qi Siluman Es di masa lalu,” tutur Tushan Rongrong dengan mata menyipit.
“Mungkin saja,” sahut Tushan Yaya.
“Ngomong-ngomong, bagaimana pendapatmu tentang tiga rubah kecil Tushan Xiaohong, Tushan Xiaoya, dan Tushan Xiaorong itu?” tanya Tushan Yaya dengan serius.
“Bukankah Kakak sedang bertanya hal yang sudah diketahui jawabannya?” Tushan Rongrong membuka matanya lebar-lebar. “Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih memahami kita selain kita bertiga bersaudara.”
“Jadi, mereka bertiga…” Tushan Yaya terdiam sejenak.
“Bukankah Pohon Besar Cinta dan Asmara tahu bahwa dia telah kembali?” ucap Tushan Rongrong.
“Bisa jadi itu hanya hasil kloning,” sanggah Tushan Yaya serius.
“Tetapi, aura siluman dan jiwa tidak bisa dipalsukan,” balas Tushan Rongrong.
“Itulah sebabnya aku merasa curiga padanya…” gumam Tushan Yaya.