Penyihir Cuaca bertanya, “Kepala, apakah kita benar-benar akan mengirim Kepala Lin ke Amerika?” Kepala Biro Tombak Ilahi, Zhen Xian, menjawab, “Inilah yang disebut melawan racun dengan racun.” “Tapi r
Biro Tombak Ilahi, Benteng Cincin.
Seorang pria berbaju jas lab putih, berkacamata hitam dengan bingkai tebal, penampilannya tampak santun dan terpelajar, melangkah masuk ke kantor Kepala Biro, Zhen Xian.
Zhen Xian yang sedang menata sebatang anggrek menoleh sejenak. “Silakan duduk, di teko ada teh, baru saja ku seduh, teh Longjing.”
Pria itu duduk di sofa, menuang secangkir teh untuk dirinya sendiri, sambil berpikir, toh dia sedang ada perlu, sekalian menuangkan secangkir untuk Zhen Xian.
Setelah selesai dengan anggreknya di tepi jendela, Zhen Xian meletakkan gunting di tangan, membersihkan tangan dengan tisu basah, lalu perlahan duduk di samping kiri pria itu di sofa.
“Bagaimana hasil permohonanku?” tanya pria itu sambil menyesap teh.
“Kau ini, terburu-buru sekali!” Zhen Xian meliriknya tajam.
Mendengar itu, pria itu tampak melamun sejenak, seolah mengingat sesuatu, lalu tersenyum tipis. “Kepala Zhen, aku benar-benar ingin berkembang!”
Ia pun tertawa kecil, mengenang masa lalu yang telah lama berlalu.
“Kau ini selalu saja bercanda…” Zhen Xian hanya bisa menghela napas, tak mampu mengubahnya, lalu berkata, “Pimpinan di atas sudah menyetujui permohonanmu. Mulai sekarang, kau adalah penanggung jawab cabang Amerika, bertanggung jawab menata ulang jaringan intelijen di sana.”
Pria itu menahan tawa, tampak jelas kebahagiaan di balik kacamata hitamnya.
Ia meneguk teh perlahan, meletakkan cangkir, dan bertanya serius, “Apa batasannya?”
Zhen Xian juga meletakkan cangkir teh, menatapnya dengan sungguh-sunggu